Tak jauh dari sana, cinta lentera tak pernah padam dan satu cerita terukir, cinta hanya untuk jiwa yang tenang nafsul muthmainah Petang 'tlah berkabut, cinta dalam ukiran senyap petang
Tak pernah rasa tertindih seperti ini, sakiiiiiiiit...... Mereka tak tahu hatiku mati Mereka tak tahu! Seolah satu cap mereka Egois! egois! Egois! perjalananku belum berhenti tapi mereka? mereka memutuskan segala, segala......
dingin menyeruak kembali dalam masa kelam aku... takkan mati walau seribu petir menyambar kejam!! selayaknya teropong bintang akulah.... sang penghayal akulah.....
kisah yang tak berujung terang dari khayalan yang tak pernah mati ia lah sang rembulan yang menanti seorang pangeran berkuda putih ah... ia takan memilih dan ia takan dipilih karena ia begitu hina muak! muak dengan satu kata menanti ya... muak!!!!
lihatlah, kawan.... tak ada bintang yang tersenyum menyambut gadis dina ini lihatlah, kawan.... yatim piatu tak terkikis oleh badai ia tersenyum selalu tersenyum memandang esok ia lah hebat! seorang setegar karang namun ia punguk yang rindukan bulan
nadiah nawwaf adalah nama pena dari susilowati, lahir di Semarang sebuah kota tua di jawa tengah pada tanggal 29 desember 1990. ia adalah seorang penyair dan penulis, sejak usia belia telah menjadi seorang yatim piatu. suka dengan tantangan apapun termasuk yang berhubungan dengan alam. sekarang aktif sebagai anggota forum lingkar pena semarang.